Kamis, 20 Mei 2010

pengertian dari narasi,deskripsi,persuasi,argumentasi,dandeskripsi

Narasi

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

Jenis-jenis narasi
Ada dua jenis narasi:
• Narasi informatif
• Narasi artistic
Paragraf Narasi Espositoris disebut juga Narasi Teknis adalah karangan yang mencoba menyajikan sebuah peristiwa kepada pembaca apa adanya.

Aku berjalan menuju halaman rumah-rumah yang sunyi. Aku terus berjalan d kota kecil yang sunyi, hingga kutemukan patung sepeda-sepedaan di tengah taman. Ada seorang gadis berbaju hijau mengintipku dari balik rerimbun daun. Aku mengejarnya. Lantas, ia berhenti di salah satu sudut taman. Kami berpandang-pandangan sebelum aku tahu ia benar-benar hilang. Bolak-balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum aku benar-benar menemukannya, dering jam weker cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah menerobos masuk jendela kamarku.

Keterangan:
rumah-rumah, benar-benar kata ulang utuh/penih
sepeda-sepedaan kata ulang berimbuhan
rerimbun kata ulang dwi purwo/parsial
berpandang-pandangan kata ulang sebagian
bolak-balik kata ulang berubah bunyi

Argumentasi (tulisan)

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.

Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.
Deskripsi Persuasi

Persuasi

Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Karangan ini biasanya berisi ide, gagasan, atau pendapat penulis disertai imbauan atau ajakan kepada orang lain, dimana pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa gerakan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya dan pembaca yakin bahwa ide, gagasan atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Oleh karena itu, biasanya disertai penjelasan dan fakta atau bukti (benar-benar terjadi) sehingga meyakinkan dan dapat mempengaruhi pembaca. Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi.

Contoh tema yang tepat untuk persuasi:
• Katakan “tidak” pada NARKOBA
• Hemat energi demi generasi mendatang
• Hutan sahabat kita
• Hidup sehat tanpa rokok
• Membaca memperluas cakrawala

Langkah-langkah menyusun persuasi:
• Menentukan topik atau tema
• Merumuskan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan
• Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
Ciri-ciri paragraf persuasi:
• Ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu
• Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
• Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya
• Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
• Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
• Persuasi memerlukan fakta dan data
TEKNIK PERSUASI
1. Ingratiation, yaitu memuji seseorang/siapapun agar mau menuruti keinginan, hal ini erat kaitannya dalam menjalin hubungan dengan seseorang karena dengan memuji berarti kita telah menunjukkan sikap menghormati dan menghargai orang lain.
2. Supplication, yaitu menunjukkan bahwa diri kita belum cukup mampu dalam berbagai hal. Bahasa kasarnya tampil melas kalau perlu sampai menangis. Yang jelas dengan menunjukkan sikap ini akan membuat orang lain ingin membantu kita, salah satunya dengan menuruti ajakan kita
3. Self Promotion, kebalikan dari Supplication. Teknik ini menampilkan kehebatan kita. Dalam melakukan hal ini sebaiknya ditunjukkan dengan suatu yang nyata dan bukan seperti menyombongkan diri sehingga jangan sampai kita mempromosikan diridengan penuh keangkuhan
4. Rasionalisasi, suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran terhadap suatu persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan, sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan.
5. Sugesti, adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu pendirian tertentu. Dalam kebiasaan sehari-hari sugesti dilakukan dengan rangkaian kata-kata yang menarik dan menyakinkan.
Teknik persuasi bukanlah ilmu baru, tercatat oleh peradaban Aristoteles, filsuf Yunani sebelum Masehi mengembangkan 3 pendekatan untuk mempersuasi, yaitu dengan mengeksplorasi :
• Logos : membuat segala sesuatunya menjadi masuk akal
• Pathos : mempermainkan emosi, bisa dengan mengeksplitasi Rasa takut, rasa kasihan, atau rayuan
• Ethos : mengandalkan sebuah karakter yang hebat, menonjol atau kapabel

Contoh:
• Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu http://www.smak2.com/index.php?option=com_content&view=category&id=18&layout=blog&Itemid=19
• Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
• Kalimat terakhir merupakan kalimat persuasif. Kalimat ini dimunculkan setelah penulis mengemukakan penjelasan yang meyakinkan dalam kalimat-kalimat sebelumnya, kemudian mengajak pembaca untuk menghindari penggunaan pestisida secara berlebihan. http://websiteasyik.blogspot.com/2008/11/paragraf-persuasi.html
• Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional. Sumber : Kompas, 10 November 2001 dengan pengubahan seperlunya
• Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai dalam musim hujan ini adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA kita perlu mengonsumsi makanan bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolahraga.

Definisi dan deskripsi

Aturan pendefinisian dan pendeskripsian mengatur bahwa:
1. Jika suatu subjek layak diberikan definisi, suatu artikel haruslah memberikan satu definisi ringkas dan jelas dalam kalimat pembukanya, dilanjutkan dengan deskripsi.
2. Jika artikel tersebut panjang (lebih dari satu halaman), sisa dari paragraf pembuka haruslah mengandung ringkasan dari keseluruhan artikel.
Deskripsi adalah satu teknik menulis menggunakan detail dengan tujuan membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan. Menulis deskripsi bisa membuat karakter yang digambarkan lebih hidup gambarannya di benak pembaca.
Prinsip.
Ada tiga prinsip dalam menulis deskriptif:
- Dalam penulisan deskripsi ada satu clear dominant impression (kesan dominan yang jelas). Misalnya kalau kita ingin menjelaskan mengenai seekor anjing, penting kita memilih dan memberi tahu pembaca apakah anjing itu mengancam atau binatang yang jinak menyenangkan. Kita harus memilih satu kesan dominan itu, tidak bisa dua-duanya. Kesan dominan ini akan memandu kita memilih detail dan ketika disusun dalam kalimat akan menjadi jernih bagi pembaca.
- Penulisan deskrispi bisa obyektif atau subyektif, memberikan penulis pilihan kata, warna kata, dan suasana yang cukup luas. Misalnya, deskripsi obyektif seekor penyu akan menyebutkan fakta tinggi, berat, warna, dan lainnya. Deskripsi subyektif tetap membutuhkan rincian obyektif itu tetapi juga menekankan perasaan penulis terhadap penyu itu, dan juga kebiasaan dan personalitinya, seperti penyu tidak bisa bersuara, selalu berada di air (laut), tidak bisa melawan ketika di daratan, kondisi kesakitan.
- Tujuan dari penulisan deskripsi adalah melibatkan pembaca sehingga ia bisa membayangkan sesuatu yang kita deskripsikan. Karena itu penting menggunakan detail yang spesifik dan konkret.
Aturan
- Penulisan deskripsi bergantung pada detail konkret yang ditangkap oleh panca indra. Ingat kita memiliki lima panca indra.
- Penulis harus hati-hati memilih detail untuk mendukung kesan utama yang dipilih. Atau dengan kata lain, penulis memiliki wewenang untuk menyingkirkan detail yang tidak sesuai dengan kesan utama.
- Deskripsi sangat sering bergantung pada emosi yang ingin ditunjukkan. Karena itu kata kerja, kata keterangan kata kerja, dan kata sifat lebih bisa digunakan menunjukkan emosi dibandingkan kata benda.
-Kecuali deskripsi yang obyektif, kita harus yakin kesan utama yang dipilih itu membuat pembaca percaya (suatu kondisi mental yang komplek menyangkut keyakinan, rasa, nilai, dan emosi)
Strategi
- Pertama coba sampaikan semua detail; kemudian kesan utama dibangun dengan detail ini.
- Pastikan detail Anda konsisten dengan kesan utama. Untuk memudahkan catat lima panca indra dalam selembar kertas, apa yang tersensor.
- Coba membawa pembaca berdasarkan urutan kronologis ruang dan waktu. Misalnya, menjelaskan urut-urutan perjalanan kereta dari satu tempat ke tempat lain atau menjelaskan aliran sungai dari mata air sampai ke rumah tangga.
- Gunakan pendekatan dulu-sekarang-nanti untuk menunjukkan proses perubahan atau perbaikan. Misalnya keadaan hutan sebelum ditebang, keadaan sekarang.
- Pilih emosi dan coba deskripsikan. Mungkin lebih sulit untuk memulainya tetapi akan berarti ketika sudah jadi. Meningkatkan kemampuan menulis deskripsi, menajamkan indera Banyak penulis frustasi karena cerita yang mereka tulis datar-datar saja dan tidak ada elemen kehidupan. Mengapa? Cerita tidak dalam dan tidak menarik karena pembaca tidak mendapatkan gambaran situasi yang jernih. Hanya melalui penulisan deskripsi penulis bisa mentransfer gambaran situasi yang hidup (antara lain karena menimbulkan emosi) dan jernih.
Untuk bisa menulis deskripsi dengan baik, panca indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, perabaan) penulis menjadi penting. Bagaimana penulis bisa menajamkan panca inderanya?
Latihan
- Penglihatan: Lihat satu obyek/benda di depan Anda sekarang ini. Lupakan kata sifat dan coba mendeskripsikan obyek/benda itu. Kalau benda itu sepotong kue, misalnya, jangan menulis “sepotong kue yang enak” (enak adalah kata sifat), tetapi deskripsikan “bentuk kuenya, warna kuenya, ukuran kuenya, di mana kue diletakkan.” Coba buang sebanyak mungkin kata sifat dalam uraian Anda, dan gunakan kata benda untuk menggambarkan obyek itu. Contoh lain: jangan menuliskan “bunga indah” tetapi tunjukkan apa yang membuat bunga itu indah.
- Pendengaran: Ketika Anda ingin mendeskripsikan satu adegan, misalnya ruangan kelas yang berisik, pilihlah kata-kata yang sunguh bisa menangkap situasi itu dengan memunculkan suara-suara yang terdengar.
- Penciuman: Kesan dari indera penciuman sangat lama tersimpan di dalam benak daripada penglihatan atau suara. Kesan bau-bauan disimpan di otak terasosiasi dengan orang, benda, dan suasana ketika bau-bauan itu tercium. Di otak semua orang tersimpan berbagai pengalaman melalui indera penciuman yang diasosiasikan dengan tempat atau peristiwa dengan seseorang yang berbeda-beda.
Pengalaman ini sangat khas. Coba buat list bau-bauan dan asosiasinya. Misalnya, ketika mencium bau soto betawi mengingatkan Anda pada suasana rumah orangtua Anda. Seperti juga ketika mencoba mendeskripsikan berkait dengan apa yang Anda lihat, mendeskripsikan yang terkait dengan indera penciuman sulit karena sebenarnya Anda (di otak) tahu seperti apa bau-bauan yang ingin Anda deskripsikan tetapi sulit menjelaskannya.
Beberapa orang memiliki pengalaman yang sama menyangkut bau-bauan tertentu, misalnya kebanyakan orang tahu bau bunga melati. Ketika Anda bercerita mengenai perceraian, “Nina melangkahkan kakinya ke kebun penuh bunga. Harum melati membuatnya menjadi sedih. Harum bunga melati mengingatkannya pada suaminya yang masih dicintainya. Mengingatkannya pada hari bahagia ketika ia dan suami bersanding di pelaminan.”
- Pengecap: Cara paling mudah mendeskripsikan rasa ecap adalah dengan mengecap obyek yang akan dideskripsikan. Latihan: coba rasakan kue, kemudian deskripsikan.
- Perabaan: Tangan memilki indera peraba yang memberikan kesan tekstur di otak. Latihan: coba deskripsikan bola tenis.

1 komentar: